![]() |
Ilustrasi brokoli, ilustrasi sayuran untuk menurunkan gula darah tinggi termasuk brokoli() |
IDEAJA.com - Namun, variabel seperti berat badan, aktivitas, stres, dan genetik berpengaruh pada tingkat gula darah seseorang.
Untuk menstabilkan gula darah, pilih makanan yang tidak mengandung gluten, gula tambahan, dan karbohidrat olahan. Berikut adalah beberapa pilihan makanan.
1. Brokoli
Sulforaphane, sejenis isothiocyanate yang memiliki sifat mengurangi gula darah, dibuat melalui reaksi enzim saat brokoli dicincang atau dikunyah.Membantu meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi gula darah, dan meningkatkan penanda stres oksidatif, ekstrak brokoli kaya sulforaphane memiliki efek antidiabetes yang kuat.
2. Biji-bijian utuh
Biji-bijian utuh memiliki lebih banyak nutrisi daripada biji-bijian yang diproses atau olahan.Mengandung kuman biji-bijian, dedak, dan endosperma. Manfaat nutrisi dari biji-bijian olahan terbatas pada endospermanya.
Perbedaan utama antara biji-bijian olahan dan utuh adalah bahwa yang olahan hanya mengandung bagian biji-bijian bertepung, dan biji-bijian utuh memiliki lebih banyak serat.
Makan endosperma bertepung saja dapat menyebabkan kenaikan gula darah yang cepat.
Beras merah, gandum utuh, sereal gandum utuh, quinoa, oatmeal, roti gandum, pitas, dan tortilla adalah semua jenis gandum yang dapat Anda konsumsi.
3. Lemak sehat
Risiko penyakit kardiovaskular dapat dikurangi dengan mengonsumsi lemak tak jenuh yang lebih banyak dan lemak jenuh yang lebih sedikit.Mengonsumsi lemak tak jenuh daripada lemak jenuh dapat membantu mengontrol gula darah dan kolesterol.
Alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun adalah contoh makanan yang mengandung lemak sehat.
4 Kimchi
Makanan fermentasi seperti kimchi dan asinan kubis mengandung mineral, probiotik, dan antioksidan yang meningkatkan kesehatan.Senyawa ini dikaitkan dengan sensitivitas gula darah dan insulin, menurut penelitian.
Makanan yang mengandung probiotik memengaruhi regulasi gula darah penderita diabetes tipe 2.
Orang yang diabetesnya tidak dikelola dengan baik dan mereka yang tidak menjalani terapi insulin terkena dampak terbesar dari makanan ini.
5. Buah Citrus
Buah jeruk adalah sumber vitamin, mineral, dan serat yang baik, dan memiliki gula alami, tetapi indeks glikemiknya rendah hingga sedang.Buah jeruk, seperti jeruk bali dan jeruk, kaya serat dan mengandung polifenol dan senyawa tanaman seperti naringenin, yang memiliki sifat antidiabetes yang kuat.
Mengonsumsi buah jeruk utuh dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi HbA1c, dan melindungi Anda dari diabetes.
6. buah apel
Senyawa tanaman seperti quercetin, asam klorogenat, dan asam galat ditemukan dalam apel, yang dapat membantu mengurangi gula darah dan melindungi dari diabetes.makan apel 30 menit sebelum nasi mengurangi gula darah setelah makan lebih banyak daripada makan nasi saja.
7. Makanan yang kaya protein
Protein, nutrisi penting, dapat diperoleh dari daging, ikan, atau makanan nabati seperti kacang-kacangan.Protein dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dan tidak meningkatkan gula darah.
Ikan salmon, makarel, dan tuna adalah makanan tinggi protein, dan ayam tanpa kulit adalah makanan daging.
Untuk kacang-kacangan, lentil, kacang hitam, kacang kedelai, tahu, dan olahan susu seperti yoghurt rendah lemak adalah beberapa contohnya.